Rabu, 24 Agustus 2022


Insya Allah Ahad - Jum'at, 28 Agustus - 2 September 2022

Medan - Binjai - Tebing Tinggi - Serdang Bedagai - Simalungun - Siantar - Silangit - Sibolga


Bersama Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah

(Pimpinan Ma'had Imam Syafi’i - Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam Jakarta)


6 POKOK AKIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH (KITAB AL-USHULUS SITTAH)

Masjid As-Salaam, Jl. T. Amir Hamzah, Jati Makmur, Binjai

Ahad, 28 Agustus 2022

Ba'da Zhuhur - Selesai


TAUHID KUNCI KESELAMATAN

Masjid Al-Manar, Jl. Laksana Medan

Ahad, 28 Agustus 2022

Ba'da Maghrib - Selesai


MAHALNYA HIDAYAH SUNNAH

Masjid Imam Syafi'i Tebing Tinggi

Senin, 29 Agustus 2022

Ba'da Zhuhur - Selesai


5 KUNCI MENGGAPAI KEBAHAGIAAN

Masjid Imam Syafi’i Tebing Tinggi

Senin, 29 Agustus 2022

Ba'da Maghrib - Selesai


ADAB DAN KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU

Ponpes Imam Muslim Sei Rampah Serdang Bedagai

Selasa, 30 Agustus 2022

Sesi 1 Ba'da Shubuh

Sesi 2 Jam 09.00 


NASIHAT UNTUK PENUNTUT ILMU

Ponpes Al-Rasyid, Pematang Aslom Simalungun

Selasa, 30 Agustus 2022

Ba'da Zhuhur - Selesai 


PERNIAGAAN YANG SANGAT MENGUNTUNGKAN

Masjid di Siantar (Tentatif)

Selasa, 30 Agustus 2022

Ba'da Maghrib


PERNIKAHANKU, SURGA ATAU NERAKA?

Masjid Sabilul Huda Bandara Silangit

Rabu, 31 Agustus 2022 

Ba'da Ashar - Selesai


HARI TERAKHIRKU DI DUNIA

Masjid Agung Kota Sibolga

Kamis, 1 September 2022 

Ba'da Maghrib 


SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP PEMIMPIN

Masjid Al-Azhar Sibolga 

Jumat, 2 September 

Ba'da Subuh - Selesai 


CP. 081514471480

Senin, 16 Mei 2022

9 WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA


1️⃣ Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: 'Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.'"(HR. Bukhari dan Muslim)


2️⃣ Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Do’a yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak, maka berdo’alah." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)


3️⃣ Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika dia sedang sujud (kepada Rabb-nya), maka perbanyaklah do’a (dalam sujud kalian)." (HR. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa-i)


4️⃣ Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang." (HR. Abu Daud)


5️⃣ Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun." (HR. Al Hakim)


6️⃣ Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Ta Ala pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar." (HR. Abu Daud)


7️⃣ Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya." (HR. Ibnu Majah)


8️⃣ Rasulullah ﷺ bersabda: 

"Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah." (HR. At-Tirmidzi)


9️⃣ 10 hari terakhir bulan Ramadhan (di dalamnya terdapat Lailatul Qadar). 

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma ia berkata,

“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah yang sebaiknya aku baca pada Lailatul Qadar?’ 

Rasulullah menjawab, ‘Bacalah: اَللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ. 

‘Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha pemberi maaf dan mencintai pemberian maaf,  maka maafkanlah aku.’” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📺 Twitter : salafittiba

🖥 Youtube : salaf ittiba

🌏 Web : salafittiba.com

💻 Facebook : Salaf Ittiba

📱 Instagram : @salaf.ittiba

🌐 Telegram : t.me/salafittiba

Minggu, 20 Februari 2022




Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

Sesungguhnya hawa nafsu adalah penyakit dan obatnya adalah dengan menyelisihinya.


Sebagian orang bijak berkata:

Jika kau mau, akan ku beritahu penyakit yang kau derita. Jika kau mau, akan ku beritahu pula obatnya.

Penyakitmu adalah hawa nafsumu dan obatnya adalah dengan meninggalkan dan menyelisihinya.


Bisyr Al Hafy rahimahullahu ta'ala berkata:

Semua bencanamu bersumber dari hawa nafsumu dan satu-satunya obatnya adalah dengan kamu menyelisihinya.


Roudhotul Muhibbin: 1/478

 Anjuran Menutup Bejana di Malam Hari. 



Alhamdulillah was sholaatu was salam ‘ala Rasulillah, waba’du.


Terdapat hadis shahih dari sahabat Jabir bin Abdillah yang menjelaskan, “Aku pernah mendengar, kata Jabir, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


غَطُّوا الإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذلِكَ الْوَبَاءِ


“Tutuplah bejana-bejana dan wadah-wadah air. Karena ada satu malam dalam satu tahun waba’/penyakit turun di pada malam itu.  Tidaklah penyakit itu melewati bejana yang tidak tertutup, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya. (HR Muslim)


Dalam redaksi hadis yang lain dinyatakan,


غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ وَأَغْلِقُوا الْبَابَ وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً وَلَا يَفْتَحُ بَابًا وَلَا يَكْشِفُ إِنَاءً فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا أَنْ يَعْرُضَ عَلَى إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فَلْيَفْعَلْ


“Tutuplah bejana-bejana dan tempat-tempat minuman, tutup pintu-pintu, dan matikanlah lampu, karena setan tidak dapat membuka tutup tempat minum, pintu, dan bejana. Jika kalian tidak dapat menutupnya kecuali dengan membentangkan sepotong ranting di atasnya dan menyebut nama Allah (bismillah), maka lakukanlah. (HR. Muslim).


Apa Hikmahnya?

Ibadah-ibadah dalam Islam, ada yang dapat kita ketahui hikmahnya dan ada yang tidak; meski pada prinsipnya, tentu saja sudah pasti semua perintah dalam agama ini terkandung hikmah, hanya terkadang akal tidak dapat menjangkaunya.


Untuk ibadah yang dapat ditangkap oleh akal hikmahnya, ada yang melalui jalur wahyu, ada yang melalui jalur ijtihad para ulama. Diantara hikmah ibadah yang dapat kita ketahui melalui jalur wahyu adalah, hikmah yang terkandung dalam perintah menutup bejana dan pintu-pintu rumah (termasuk juga jendela) di malam hari.


Imam Nawawi menjelaskan setidaknya ada empat hikmah, dua diantaranya yang telah disinggung dalam dua hadis di atas :


Pertama, menjaga diri dan keluarga dari kezaliman setan melalui bejana atau pintu-pintu yang tidak tertutup. Karena setan tidak mampu membuka tutupan bejana atau membuka pintu.


Kedua, menghindari bala’/penyakit, yang Allah turunkan pada salahsatu malam dalam satu tahun.


Ketiga, menghindari najis dan benda-benda menjijikan yang mengenai makanan atau minuman kita yang tidak ditutup.


Keempat, menjaga makanan kita hewan atau serangga, yang bisa saja masuk ke makanan kita, lalu termakan tanpa sadar.


(Syarah Muslim 13/265, dikutip dari Islamqa).


Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengungkapkan alasannya dengan bahasa yang menarik,


وأما قوله : ( فإن الشيطان لا يفتح بابا مغلقا ) فإشارة إلى أن الأمر بالإغلاق لمصلحة إبعاد الشيطان عن الاختلاط بالإنسان  وخصه بالتعليل تنبيها على ما يخفى مما لا يطلع عليه إلا من جانب النبوة


“Sesungguhnya setan tidak dapat membukan pintu yang tertutup.”


Potongan hadis ini menunjukkan, bahwa perintah menutup pintu adalah untuk tujuan menjauhkan setan dari bercampurbaur dengan manusia. Kemudian pada hadis hanya disebut alasan ini saja, karena hal ini tidak dapat diketahui kecuali melalui jalur kenabian.


(Dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/90)


Hukum Menutup Bejana

Mayoritas ulama (jumhur) menghukuminya sunah. Berbeda dengan Ibnu Hazm dalam buku beliau al Muhalla menyimpulkan bahwa perintah menutup bejana adalah wajib. Namun yang tepat dalam hal ini adalah pendapat jumhur ulama.


Dalam salah satu Fatwa Lajnah Da-imah (Komite riset islam dan fatwa Kerajaan Arab Saudi) dinyatakan,


Seluruh hadis terkait perintah ini dimaknai anjuran/sunah menurut mayoritas Ulama. Sebagaimana telah ditegaskan oleh sejumlah ulama diantaranya Ibnu Muflih dalam kitab Al Furu’ (1/132), Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (11/87), wallahua’lam.


(Fatawa Lajnah Da-imah nomor 21349)


Apakah Juga di Siang Hari?

Bila kita perhatikan redaksi hadis di atas, menunjukkan bahwa perintah menutup bejana dan pintu hanya berlaku di malam hari saja.


Kita lihat pada redaksi hadis di atas terdapat keterangan,


، فَإنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاء


“Karena ada satu malam dalam satu tahun Al-Waba’/Penyakit turun di pada malam itu…”


Terlebih terdapat hadis yang menguatkan kesimpulan ini,


إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ


Bila telah tiba waktu malam atau sore hari (awal malam/waktu maghrib), tahanlah anak-anak kalian, karena setan pada saat itu sedang berkeliaran…(HR. Bukhori dan Muslim).


Inilah diantaranya yang menjadi alasan Ibnul Arobi (salah seorang ulama tersohor dalam mazhab Maliki) dalam pernyataan beliau,


ظن قوم أن الأمر بغلق الأبواب عام في الأوقات كلها ، وليس كذلك ، وإنما هو مقيد بالليل ؛ وكأن اختصاص الليل بذلك لأن النهار غالبا محل التيقظ بخلاف الليل


Sebagian orang menyangka bahwa perintah menutup pintu berlaku umum di semua waktu. Padahal tidak demikian. Yang benar perintah tersebut hanya dibatasi di malam hari. Dikhususkan malam hari karena siang hari umumnya adalah waktu siaga, berbeda dengan malam hari. (Fathul Bari 6/411).


Makanan pada Bejana yang Tidak Ditutup Haruskah Dibuang?

Jawabannya ada dalam hadis dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu. Pada hadis tersebut diceritakan bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam disuguhi bejana berisi minuman nabidz yang tidak ditutup. Maka Nabi kemudian mengatakan,


ألا خمرته ولو تعرض عليه عودا


Tidakkah sepatutnya anda tutupi, walau sekedar menggunakan sepotong ranting?!


Sahabat Jabir melanjutkan,


فشرب…


Lalu Nabipun meminumnya..


(HR. Bukhori, Muslim dan Ahmad)


Dari sini jelas bahwa makanan atau minuman pada bejana yang tidak tertutup tidak harus dibuang. Bahkan bila dibuang padahal masih layak konsumsi, dikhawatirkan terterjang larangan lain yaitu menghambur-hambur harta (idho’ah al mal).


Imam Qurtubi menjelaskan,


دليل أن ما بات غير مخمر ولا مغطى أنه لا يحرم شربه ولا يكره


Hadis di atas adalah dalil bahwa minuman (atau makanan) yang dibairkan terbuka di malam hari, tidaklah haram dikonsumsi dan tidak pula dimakruhkan.. (Al-Mufhim 5/284)


Sehingga ketika mendapati makanan atau minuman yang lupa ditutup di malam hari, tidak mengapa dimakan, tentu saja seyogyanya disertai rasa harapan dan tawakkal kepada Allah agar dihindarkan dari segala penyakit dan marabahaya.


Demikian…


Wallahua’lam bis showab.


Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori, Lc (Pengasuh PP. Hamalatul Quran, DIY)


sumber:  https://konsultasisyariah.com/31745-anjuran-menutup-bejana-di-malam-hari.html

Selasa, 02 Juli 2019




Nama Dan Nasab
Nama beliau adalah Sa’ad bin Nashir bin Abdil ‘Aziz bin Muhammad bin Abdil ‘Aziz bin Ibrahim bin Hamd bin Muhammad, sampai kepada Syatsr bin Muhammad bin Muzhal bin Zaid bin ‘Ali bin ‘Ulaisy bin ‘Adi bin Jam’an bin Mas’ud bin Mubarak bin Falih. Pada Falih inilah nasab tersebut bertemu dengan nasab Alu Lihyan dari Safar bin ‘Adzib. Sedangkan Falih merupakan keturunan dari Alu Sarab bin Salimin bin Rajih (dikenal dengan nisbah As Sarabah). Dan As Sarabah ini merupakan bagian dari Bani Juhaisy bin Zaid, salah satu bagian dari Alu Sulaiman dan Alu Hirqan bin Thalq dari ‘Ubaidah Qahthan. Syaikh Sa’ad lahir pada tahun 1387H.
Perjalanan Menuntut Ilmu

Syaikh Sa’ad bin Nashir bin ‘Abdil ‘Aziz Abu Habib Asy Syatsri tumbuh dalam asuhan keluarga Islam dan berilmu dalam binaan ayahnya yang merupakan hasil didikan kakeknya. Syaikh Sa’ad sejak kecilnya sudah bersemangat untuk menuntut ilmu syar’i dan totalitas di dalamnya. Dan demikian seterusnya hingga beliaupun menyelesaikan kuliahnya pada Jurusan Syari’ah di Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud di Riyadh, yang kemudian beliau ditunjuk untuk menjadi dosen di sana.
Semangat membara membakar dirinya untuk melanjutkan ke program magister dan ia menyelesaikannya dengan thesis berjudul At Tafriq Bainal Ushul Wal Furu’. Kemudian beliau melanjutkan ke jenjang doktoral pada tahun 1417H dan menyelesaikannya dengan disertasi berjudul Al Qath’u Wa Azh Zhannu ‘Indal Ushuliyyin. Dan sekarang beliau merupakan salah satu dewan akademik Jurusan Syariah di Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud Riyadh. Beliau telah menyusun beberapa muqarrar (buku wajib pegangan) di universitas tersebut, diantaranya: Maqashid Asy Syari’ah, Qawa’idul Fiqhiyyah, Ushulul Fiqhi (dengan pembahasan yang advanced dan mendalam).

Masyaikh dan Guru 

Beliau pernah belajar kepada sejumlah masyaikh, yang paling banyak memberi pengaruh kepada beliau diantaranya,
  • Samahatus Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah
  • Samahatus Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy Syaikh. Mufti ‘am kerajaan Saudi Arabia dan ketua Hai’ah Kibaril Ulama dan ketua Hai’ah Al Buhuts Al ‘Ilmiyyah Wal Ifta’.
  • Fadhilatus Syaikh Shalih Al Athram
  • Fadhilatus Syaikh Ahmad bin ‘Ali Siyarul Mubaraki. Anggota Hai’ah Kibaril Ulama.
  • Asy Syaikh Al Ushuli Abdullah bin Ghuddayan rahimahullah. Syaikh Sa’ad banyak belajar ilmu Ushul Fiqih dan Qawa’id Fiqhiyyah dari beliau.

Tugas Mengajar

Syaikh Sa’ad dipercaya untuk mengampu beberapa tugas mengajar diantaranya
  1. Mu’id (dosen pembantu) Jurusan Syari’ah di Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud Riyadh mulai tahun 1409 H
  2. Muhadhir (dosen utama) Jurusan Syari’ah di Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud Riyadh mulai tahun 1414 H
  3. Asisten Professor di Jurusan Syari’ah di Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud Riyadh mulai tahun 1418 H
  4. Professor di Jurusan Syari’ah di Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud Riyadh mulai tahun 1422 H
  5. Anggota Hai’ah Kibaril Ulama dengan peringkat mumtazah tahun 1426 – 1431H
  6. Anggota dewan akademik di Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud Riyadh sejak tahun 1434 H
  7. Dosen di Universitas Al Malik Su’ud, mengajar Mashadirul Ahkam, Fiqih Usrah, Mu’amalat Maliyah, Qawaidul Fiqhiyyah, Mawarits Washaya Wal Waqf
  8. Dosen di Universitas Al Ma’rifah Al ‘Alamiyyah (Knowledge International Unversity), mengajar Madkhal Ulumil Hadits, Fiqhul Ibadat, Fiqhul Jihad, Al Ath’imah, Fiqhun Nawazil.
  9. Dosen di Universitas Nayif Al Arabiyyah Lil Ulum Al Amniyyah, mengajar materi Al Qadha, Ta’zir.
  10. Dosen di Universitas Islam Madinah, mengajar Al Ushul, Takhrij Al Furu’, Al Furuq

Peran Dalam Lembaga Islami

  1. Anggota dewan penasehat resmi kerajaan Saudi Arabia sejak tahun 2015M.
  2. Anggota Hai’ah Kibaril Ulama (namun non-aktif sejak tahun 2009M)
  3. Anggota Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Ifta (namun non-aktif sejak tahun 2009M)
  4. Anggota Lajnah At Tahdhiriyyah Lil Majlis Al A’la Li Syu’un Al Islamiyyah
  5. Anggota Lajnah Fanniyah Wa Thulabiyyah Lil Mu’ahid Al Ilmiyyah
  6. Anggota Lajnah Al Buhuts Asy Syar’iyyah Wal Iqtishad di Universitas Imam Muhammad bin Su’ud
  7. Anggota Dewan Yayasan Al Haramain Al Khairiyyah
  8. Anggota Lajnah Al Ilmiyyah Bi Jihaz Al Irsyad Wat Taujih
  9. Konsultan Kementrian Agama Saudi Arabia dalam bidang dakwah
  10. Konsultan Kementrian Pendidikan Saudi Arabia dalam mengampu beberapa program pendidikan
  11. Penasehat di King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST)

Karya Tulis Ilmiah

Syaikh Sa’ad hafizhahullah telah menulis banyak sekali kitab dan bahts (penelitian) yang memberikan banyak berkontribusi perpustakaan-perpustakaan ilmiah secara khusus dan perpustakaan Islam secara umumnya. Beliau juga sering mengisi daurah ilmiah intensif di musim panas yang diadakan di beberapa masjid dengan tema yang terkait dengan disertasinya pada gelar master dan doktor.
Karya tulis beliau dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Pertama: kitab-kitab
Ini jumlahnya banyak sekali dan banyak sekali macamnya. Meliputi bidang aqidah, hadits, fiqih, ushul fiqih, akhlaq dan yang lainnya. Diantaranya:
  1. المسابقات في الشريعة الإسلامية  /al musabaqat fis syari’ah al islamiyyah/
  2. التقليد وأحكامه في الشريعة /at taqlid wa ahkamuhu fis syari’ah/
  3. عقد الإيجار المنتهي بالتمليك /’aqdul iijar al muntahi bit tamlik/
  4. القطع والظن عند الأصوليين /al qath’u waz zhannu ‘indal ushuliyyin/
  5. تقسيم الشريعة إلى أصول وفروع /taqsimus syari’ah ila ushul wal furu’/
  6. قوادح الاستدلال بالإجماع /qawa’idul istdilal bil ijma’/
  7. مختصر صحيح البخاري /mukhtashar shahih al bukhari/
  8.  التفريق بين الأصول والفروع /tafriq bainal ushul wal furu’/
  9. مقدمة في مقاصد الشريعة /muqaddimah fi maqashid asy syari’ah/
  10. عبادات الحج /ibadatul hajj/
  11. شرح الورقات  /syarhul waraqat/
  12. أخلاقيات الطبيب المسلم /akhlaqiyyat ath thabib al muslim/
  13. مفهوم الغذاء الحلال /mafhum al ghadzail halal/
  14. حقيقة الإيمان وبدع الإرجاء في القديم والحديث /haqiqatul iman wal bida’ al irja’ fil qadim wal hadits/
  15. حكم زيارة أماكن السيرة /hukmu ziyarati amakin as sirah/
  16. آراء الصوفية في أركان الإيمان /araa-us shufiyyah fil arkanil iman/
  17. شرح المنظومة السعدية في القواعد الفقهية  /syarhul manzhumah as sa’diyyah al qawaidul fiqhiyyah/
  18. القواعد الأصولية المتعلقة بالمسلم غير المجتهد /al qawa’idul ushuliyyah al muta’alliqah bil muslim ghairil mujtahid/
  19. الطرق الشرعية لإنشاء المباني الحكومية /ath thuruq asy syar’iyyah li insya’ al mabani al hukumiyyah/
  20. العلماء الذين لهم إسهام في الأصول والقواعد الفقهية /al ‘ulama alladzina lahum isham fil ushul wal qawa’id al fiqhiyyah/
  21. شرح أصول العكبري  /syarah ushulil ‘akbari/
  22. شرح مختصر ابن اللحام في الأصول  /syarhu mukhtashar ibnu liham fil ushul/
  23. شرح بلوغ المرام  /syarah bulughul maram/
  24. شرح عمدة الأحكام  /syarah umdatul ahkam/
  25.  شرح المختصر في أصول الفقه  /syarah al mukhtashar fi ushulil fiqhi/
  26. شرح كتاب قواعد الأصول  /syarah kitabu qawa’idil ushul/
  27. شرح رسالة في أصول الفقه  /syarah risalah fi ushulil fiqhi/
  28. المصلحة عند الحنابلة /al maslahah ‘indal hanabilah/
  29. الأصول والفروع حقيقتهما والأحكام المتعلقة بهما /al ushul wal furu’ haqiqatuhuma wal ahkam al muta’alliqah bihima/
  30. شرح مقدمة التفسير  /syarhu muqaddimatit tafsir/
  31. شرح الأصول من علم الأصول لابن عثيمين /syarhul ushul min ‘ilmil ushul libni ‘utsaimin/
  32. شرح الأربعين النووية /syarhul arba’in an nawawiyah/
  33. dll
Kedua: tahqiq terhadap kitab para ulama, diantaranya tahqiq beliau terhadap terhadap kitab-kitab berikut:
  1. روضة الناظر لابن قدامة ومعه نزهة الخاطر العاطر لابن بدران /raudhatun nazhir/ karya Ibnu Qudamah
  2. نزهة الخاطر العاطر /nuzhatul khathir al ‘athir/ karya Ibnu Badran
  3. المطالب العالية لابن حجر /al mathalib al ‘aliyah/ kaya Ibnu Hajar Al Asqalani
  4. سنن ابن ماجه /sunan ibni majah/
  5. مصنف ابن أبي شيبة /mushannaf ibnu abi syaibah/
Ketiga: penelitian ilmiah yang tersebar di beberapa majalah:
  1. المصلحة عند الحنابلة /al mashalahah ‘indal hanabilah/, di majalah al buhuts al islamiyyah
  2. آراء الإمام ابن ماجه الأصولية /araa’ul imam ibni majah al ushuliyyah/, di majalah al buhuts al islamiyyah
  3. الاستدلال بالقدر المشترك /al istidlal bil qadar al musytarik/, di majalah jami’atul imam
  4. آراء الإمام البخاري الأصولية /araa’ul imam al bukhari al ushuliyyah/, di majalah jami’atul imam
  5. التخريج بين الأصول والفروع /at takhrij bainal ushul wal furu’/, di majalah al buhuts al fiqhiyyah al mu’ashirah
  6. dll
Semoga Allah menjaga beliau dan membalas usaha beliau dalam membimbing umat dengan ilmu dan amal, semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi umat.

Sumber:
  1. Profil Syaikh Sa’ad di web alshathri.net
  2. Wikipedia
  3. Web Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Ifta’
Penyusun: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

Sabtu, 29 Juni 2019

#Liputan_Dauroh_20 (3)

Kisah Syaikh al-Albani & Syaikh Ziyad Kecil
------------------

Syaikh Ziyad membacakan pertanyaan di secarik kertas di sesi Liqo' Maftuh semalam. "Syaikhona, kisahkan kepada kami bagaimana Syaikh al-Albani dalam adab dan akhlak".

"Ooh, banyak banget. Bukan satu kisah saja, tapi berkisah-kisah", kata Syaikh Ziyad.
"Saya kisahkan satu saja ya. Kisah masa kecil, langsung antara saya dan Syaikh (al-Albani)".

Ketika itu saya anak usia 14-15 tahun. Saya membaca Riyadhus Shalihin. Lantas saya menelpon Syaikh. Tentu saja Syaikh mengenalku.

"Wahai Syaikh kami, engkau keliru dalam men-takhrij sebuah hadits", demikian ungkapan Syaikh Ziyad Kecil (SZK) via telpon kepada gurunya, Syaikh al-Albani (SA).

SA: "Hadits yang mana nak...??"
SZK: "Hadits yang ini", beliau kemudian menyebutkan haditsnya (yang ada di kitab Riyadhus Shalihin)

SA: "Beri aku waktu. Aku akan menelitinya ulang. Nanti telpon lagi ya nak...!!"

Selang beberapa waktu, saya kembali menelpon Syaikh al-Albani.

SZK: "Wahai Syaikh, tadi saya menelponmu. Lantas saya mengatakan...ini dan itu..."

SA: "Wahai anakku, dengarkanlah. Sekarang buka kitabnya, dan lihatlah. Tadi engkau mengatakan begini, namun yang benar adalah ..... (Syaikh al-Albani meluruskan Syaikh Ziyad Kecil)

Saya pun tersadar, yang keliru justru saya. _"Aasif ya Syaikh._ Duh, maaf yah Syaikh" ☺.

Syaikh al-Albani ketika itu bicara dengan anak kecil. Beliau tidak mengahardikku, tidak mencelaku, tidak pula mengatakan;

من أنت تخطأني...؟!!

_"Emangnya kamu siapa...?!! Berani-berani nyalahin aku."_

Tidak pernah..., tidak pernah...., tidak pernah sama sekali beliau berkata (angkuh) demikian. (Padahal sedang berhadapan dengan anak kecil yang menyalahkan dirinya).

أجابني بكل لطف، بكل أدب، بكل هدوء... رحمه الله

_"Beliau menjawabku dengan penuh kelembutan, penuh adab, dan penuh kesejukan... Semoga Allah merahmati beliau"._

Inilah adab. Dan inilah satu kisah tentang beliau, dan yang satu ini sudah mencukupi.

****

Syaikh Ziyad kembali bertutur: "Kejadian tersebut sangat berpengaruh besar pada diriku, subhanallah.

Sehari sebelum saya datang (ke Dauroh ini) bertemu antum semua, seorang anak kecil menghampiri ketika saya shalat di masjidku. Anak ini mengatakan; "Hei Syaikh, cara shalatmu salah..."

Tiba-tiba saya jadi teringat Syaikh al-Albani.

****

Inilah ilmu yang membentuk keluhuran adab seseorang. Semoga Allah merahmati segenap ulama dan guru-guru kita semua, demikian juga dengan anak-anak didik kita, dan mengumpulkan kita semua di surga-Nya yang tertinggi.

____
Batu-Malang, 24 Syawwal 1440 - 27062019
✍ Abu Ziyan Johan Saputra Halim

Telegram: t.me/kristaliman
Web: alhujjah.com

Kamis, 27 Juni 2019

Banyak yang sering berkata,
"Aku nggak ada waktu !!!",
seakan-akan mereka di dalam sebuah kesibukan yang sangat bermanfaat…, akan tetapi kenyataannya ternyata masih banyak waktu kosong mereka…

Di lain pihak…banyak pula yang ingin "Membunuh waktu…"
karena waktu mereka yang sangat terbuang-buang..,
mereka bingung mau diapain waktu tersebut..??!!

Waktu itu ibarat pedang bermata ganda, bisa mendatangkan kebahagiaanmu dan bisa pula menjadi bumerang yang mendatangkan kesengsaraanmu.

Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menyebutkan sebuah perkataan :

الْوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلْتَهَا بِالْحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ

"Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan." (Dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109 dan Madaarijus Saalikiin 3/129)

Jika facebook tidak kau gunakan untuk bertakwa kepada Allah maka akan kau gunakan untuk bermaksiat…!!!

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

"Waktu seseorang itulah hakekat umurnya, dialah penentu kehidupan abadinya (di kemudian hari), apakah dalam kenikmatan abadi ataukah dalam kehidupan sengsara dalam adzab abadi yang pedih…

Waktu berlalu lebih cepat dari aliran awan. Maka siapa saja yang waktunya dihabiskan untuk Allah dan karena Allah maka waktu itulah hakekat umur dan kehidupannya. Adapun selain itu (jika waktunya tidak dihabiskan untuk dan karena Allah) maka waktu tersebut pada hakekatnya bukanlah termasuk kehidupannya, akan tetapi kehidupannya laksana ibarat kehidupan hewan. Jika ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan syahwat, serta angan-angan yang batil, dan waktu yang terbaiknya adalah yang ia gunakan untuk tidur dan nganggur maka matinya orang yang seperti ini lebih baik dari pada hidupnya." (Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109)

Jika umur seseorang 60 tahun, dan setiap hari tidur 8 jam (1/3 waktunya), serta dikurangi masa kecil hingga baligh/dewasa (sekitar 15 tahun) maka hakekat umurnya yang bisa ia gunakan untuk beraktifitas hanyal tinggal 60-20-15 = 25 tahun. Lantas dari 25 tahun tersebut yang digunakan untuk bermain, bersenda gurau, bermaksiat?? Jika dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk beribadah??

Sungguh aneh jika seseorang merasa "Nggak ada waktu…terlalu sibuk" untuk bisa membaca Al-Qur'an setiap hari 1/4 atau 1/2 jam, atau tidak ada waktu untuk sholat dhuha ...menit.

Akan tetapi…. ternyata waktunya sangat luang -bahkan bisa berjam-jam- untuk main game atau facebookan…atau ketawa-ketiwi untuk berBBM, WhatsApp-an, dengan para sahabat…para group??!!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ تَزُوْلَ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: عَنْ عُمرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ ؟ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ ؟....

"Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya tentang 4 perkara (diantaranya), tentang umurnya ….kemana ia habiskan?, tentang masa mudanya kemana ia habiskan?...."

Sumber : SalamDakwah.com

Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya
Barakallah fikum.
                                       
                                 
Ditulis oleh Ustadz DR. Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى.

Doa untuk hasil terbaik

Short Video : Doa untuk hasil terbaik;

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Pages

Popular Posts